What’s New«merefleksi dunia(ku) »
Posted By bayu200687 5 months, 1 week ago in NewsRefleksi: Notasi Sepi
Notasi sepi
Pernah ada rasa yang sayupsayup dalam kabut. Yang berdentang bersama detak jam, menanam rindu pada petak asa kerontang. Mungkin rintik gerimis atau tangis netes pada luka. maka sepanjang jalanan lengang di simpang kenangan kuukir graffiti mimpimimpi maupun sakit pada sunyi tersembunyi
Lalu aku begitu lelah. Memaknai ribuan darah dan rasa tenggelam dalam salah. Sebab sajaksajak lama terakrabi, memeram ingin yang tercabikcabik meronta ngeri. Bercerita pada langit, pada sepi yang memerikan ingatan tentang; dering telepon, catatan harian, lalu perih dan rintih yang paling
Karena musim membenamkan kepalaku pada tembok sementara sisa suara berlalu terlalu siasia, lewat udara,
: sepitakpernahmati
Seperti puisi
Seperti puisi. Ya, sepi tak pernah mati. Meskipun Rendra pernah menghujat para penyair yang berkubang dalam tema sepi sebagai ‘penyair salon’; namun bagiku, sepi adalah dunia tersendiri. Yang indah, tak pernah mati meski kadang pergi. Inilah dunia yang pernah membuatku terlena. Menghabiskan berlembar-lembar waktu, dan menangisi ‘kenapa’.
dalam ’sajak sebatang lisong’, Rendra menggugat penyair yang membenamkan diri dalam dunia sepi, dunia yang ‘bersajak tentang anggur dan rembulan
sementara ketidak adilan terjadi disampingnya’. mungkin Rendra benar. mungkin para penyair salon itu pun benar. dan bukankah sepi itu, kadang tercipta dari ketidakadilan?
Sajak Sebatang Lisong
menghisap sebatang lisong
melihat Indonesia Raya
mendengar 130 juta rakyat
dan di langit
dua tiga cukung mengangkang
berak di atas kepala mereka
matahari terbit
fajar tiba
dan aku melihat delapan juta kanak – kanak
tanpa pendidikan
aku bertanya
tetapi pertanyaan – pertanyaanku
membentur meja kekuasaan yang macet
dan papantulis – papantulis para pendidik
yang terlepas dari persoalan kehidupan
delapan juta kanak – kanak
menghadapi satu jalan panjang
tanpa pilihan
tanpa pepohonan
tanpa dangau persinggahan
tanpa ada bayangan ujungnya
………………&h...
menghisap udara
yang disemprot deodorant
aku melihat sarjana – sarjana menganggur
berpeluh di jalan raya
aku melihat wanita bunting
antri uang pensiunan
dan di langit
para teknokrat berkata :
bahwa bangsa kita adalah malas
bahwa bangsa mesti dibangun
mesti di up-grade
disesuaikan dengan teknologi yang diimpor
gunung – gunung menjulang
langit pesta warna di dalam senjakala
dan aku melihat
protes – protes yang terpendam
terhimpit di bawah tilam
aku bertanya
tetapi pertanyaanku
membentur jidat penyair – penyair salon
yang bersajak tentang anggur dan rembulan
sementara ketidak adilan terjadi disampingnya
dan delapan juta kanak – kanak tanpa pendidikan
termangu – mangu di kaki dewi kesenian
bunga – bunga bangsa tahun depan
berkunang – kunang pandang matanya
di bawah iklan berlampu neon
berjuta – juta harapan ibu dan bapak
menjadi gemalau suara yang kacau
menjadi karang di bawah muka samodra
………………&h...
kita mesti berhenti membeli rumus – rumus asing
diktat – diktat hanya boleh memberi metode
tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan
kita mesti keluar ke jalan raya
keluar ke desa – desa
mencatat sendiri semua gejala
dan menghayati persoalan yang nyata
inilah sajakku
pamplet masa darurat
apakah artinya kesenian
bila terpisah dari derita lingkungan
apakah artinya berpikir
bila terpisah dari masalah kehidupan
RENDRA
Read Full Story at celotehbayu200687.wordpress.com »
27 Views Share Story 0 Comments Report
More News
LA Times
A determined Obama 'cautiously optimistic' Senate will pass healthcare overhaul
Televangelist Oral Roberts dies; pioneering preacher of the 'prosperity gospel' was 91
Stock-options charges dismissed against Broadcom's Henry Nicholas and William Ruehle
Southern California home prices, sales improve in November
Obama's new plan to create jobs, save energy: Call it cash for caulkers?
Submit a Story
Advertisement
Add a Comment
Sign In With Your Propeller Account
Please keep your comments relevant to this story.
To create a live link, simply type the URL (including http://) or email address and we will make it a live link for you. You can put up to 3 URLs in your comments. Line breaks and paragraphs are automatically converted — no need to use <p> or <br /> tags.